Ante Rebic Tidak Sabar Bela AC Milan

Ante Rebic Tidak Sabar Bela AC Milan

Pemain sayap baru AC Milan, Ante Rebic, mengakui telah amat siap menjalani debutnya bareng Rossoneri. Namun, dia memberi semua keputusan pada manajernya.

Rebic resmi bergabung dari Eintracht Frankfurt pada deadline day jendela transfer musim panas 2019, Kamis (3/9). Bintang dari Kroasia ini ditukar dengan Andre Silva.

Kendati sejak lama diumumkan, Rebic baru berbuat presentasinya menjadi bintang baru AC Milan pada Jumat (13/9) siang masa setempat.

“Saya mau berterima kasih pada seluruh orang sebab ada di sini. Ini impian buat aku untuk ada di tim ini. Aku sudah berbuat banyak pelatihan dengan kesebelasan dan moga-moga aku bisa punya kampanye musim yang kuat, ” tutur Rebic di situs resmi tim.

“Saya berharap Milan unggul. Aku tak paham bagaimana aku bakal main apabila aku berlaga, namun aku amat berharap tim memenangkan derby. Aku telah paham tidak sedikit mengenai tim spektakuler ini, history mereka. Aku cuma menyatakan pada Boban jika aku mesti mengerjakannya dengan bagus. ”

“Saya tak memiliki jam terbang sepanjang waktu perdana aku di Italia, namun aku berkembang menjadi bintang sepakbola dengan Eintracht. Aku berpikir amat bagus dan siap. Aku telah memperkuat timnas dan jua Eintracht. Aku berpikir siap, namun ini tergantung pada juru tak-tik. ”

“Saya merupakan karakter yang agresif, ini alasannya saya terdapat di sini. Ini merupakan tantangan raksasa dan aku berharap untuk kompetitif dan jadi bintang yang lebih bagus, ” Rebic melanjutkan.

Sekarang Kylian Mbappe Menjadi “Pembunuh Sejati” PSG

Sekarang Kylian Mbappe Menjadi “Pembunuh Sejati” PSG

Kylian Mbappe sudah jadi “pembunuh sejati” di muka gawang musuh, ungkapan ini adalah sanjungan yang dilayangkan Abdou Diallo. Kawan satu tim Mbappe semenjak tengah di AS Monaco ini menganggap striker berumur dua puluh tahun ini kian tepat sasaran di dalam urusan menyarangkan goal.

Kylian Mbappe adalah bintang yang dapat lebih cemerlang semenjak merapat dengan Paris Saint-Germain (PSG). Karena bantuannya, tim tim Liga Prancis ini bisa menjuarai piala dalam negeri paling bergengsi 2 kompetisi musim berturut-turut.

Musim kemarin, Mbappe bisa mencatatkan 33 goal di Ligue 1. Malahan, di seluruh turnamen dia bisa membikin total 39 goal.

“Dia telah lebih dewasa dan kini kami dapat ngobrol tak sedikit hal dengannya. Kala aku tengah di Monaco, dia amat muda, namun dia masih seorang yang serupa, ” tutur Diallo sebagaimana dilansir Football5star. com dari Goal.

“Dalam laga, dia jadi seorang pembunuh sejati. Dia tak punya kemampuan kayak ini saat pergi dari Monaco, sekalipun sudah menyarangkan tidak sedikit goal. Kini, dia amat tepat sasaran, ” katanya.

Kontribusi bintang tim nasional Prancis ini bagi PSG lagi-lagi berlanjut kompetisi musim 2019-20. Dia sudah mengawali keran golnya di laga perdana Liga Prancis kala unggul 3-0 vs Nimes Olympique minggu kemarin.

Diallo adalah defender sentral yang baru saja gabung dengan PSG pada jendela transfer musim panas ini. Dia direkrut dari Borussia Dortmund. Dia sudah berlaga bareng Mbappe di Monaco pada kurun waktu 2015 sampai 2017.

Luka Modric Tolak Pinangan Milan

Luka Modric Tolak Pinangan Milan

Luka Modric memungkiri tawaran untuk gabung AC Milan pada jendela tranfer musim panas ini. Pemain berposisi gelandang tim nasional Kroasia ini sepertinya tak jua berminat untuk meninggalkan Real Madrid.

Sebagaimana ditulis Football5star. com dari Marca, Senin (1/7), menggunakan kedekatan personal, Zvonimir Boban coba mengerjakan usaha membawa Luka Modric. Khususnya supaya pemain berposisi gelandang berumur 33 tahun ini mau hijrah ke AC Milan.

Boban merupakan mantan bintang yang sekarang berkuasa menjadi Direktur Teknik AC Milan. Boban dan Modric adalah senegara yang sama-sama berasal dari Kroasia.

Tapi, kedekatan personal rasa-rasanya belum dapat buat mampu memengaruhi ketertarikan Modric. Upaya Boban juga rasa-rasanya tak memperoleh hasil baik karena Modric tetap mau berkarier di Santiago Bernabeu.

Modric adalah bintang yang direkrut menuju Madrid pada 2012 dari Tottenham Hotspur dengan biaya transfer senilai 30 juta poundsterling. Juni silam, dia diketahui bersedia memperbarui kesepakatan kontrak bareng tim berjulukan Los Blancos. Tapi, sampai sekarang tidak terdapat kepastian tentang pembaruan kesepakatan kontrak itu.

Modric sudah tampil dalam 200 pertandingan dan menyarangkan 12 goal bareng El Real. Ia juga jadi salah satu bagian vital kala Madrid menjuara Liga Champions 2014, 2016, 2017 dan 2018.

Blind: Talenta De Ligt Mengesankan

Blind: Talenta De Ligt Mengesankan

Kapten AFC Ajax, Matthijs de Ligt, dianggap oleh kawan seklubnya, Daley Blind, punya talenta fantastis. Pengakuan itu dibilang Blind usai sukses membawa Ajax memenangkan trofi jawara Liga Belanda.

Matthijs De Ligt, pemain bertahan berumur 19 tahun, diprediksi bakal pergi dari tim yang berbasis di Stadion Johan Cruijff ArenA pada penghujung kompetisi musim ini. Banyak tim raksasa Eropa berminat dengan talenta brilian yang di miliki de Ligt.

De Ligt belum lama menghantarkan AFC Ajax balik lagi mengangkat trofi Liga Belanda yang terakhir kali didapat di tahun 2014. Prestasi ini sekalian menyandingkan piala Liga Belanda dengan KNVB Beker yang didapat beberapa minggu sebelumnya.

Blind, mantan pemain bertahan Manchester United, sekalian kawan de Ligt di sektor barisan defensif tanpa bimbang menganggap talenta dan kemampuan yang di miliki bintang kelahiran 1999 ini.

“Tidak cuma menjadi kapten, ia vital untuk kami. Ini jua mengenai kepribadiannya. Ia merupakan tokoh kunci di dalam skuad, ” tutur Blind sesaat usai menaklukkan De Graafschap.

“Dia bisa membimbing kesebelasan di dalam masa-masa sukar. Namun, apabila ia bukanlah salah satu yang paling baik, tapi dia punya talenta brilian. Aku kira inilah bagaimana kita saling melengkapi menjadi sebuah kesebelasan. ” imbuh Daley Blind.

“Tapi ia punya talenta yang fantastis, ini telah pasti. ” imbuh Daley Blind.

Pada kampanye musim ini, Matthijs de Ligt berlaga semaksimal 55 partai di seluruh turnamen yang dilalui AFC Ajax. Karena kontribusi de Ligt, Ajax sukses melaju sampai fase semi-final Liga Champions, sebelum dihajar Tottenham Hotspur.

Lloris Menjadi Penjaga gawang Pertama yang Gagalkan Penalti Aguero

Lloris Menjadi Penjaga gawang Pertama yang Gagalkan Penalti Aguero

Hasil positif Tottenham Hotspur vs Manchester City pada leg perdana perempat-final Liga Champions pagi tadi menyisakan 1 kiprah heroik dari kapten kesebelasan, Hugo Lloris. Dia berhasil mengandaskan eksekusi penalti Sergio Aguero pada paruh ke 1.

Di pertandingan yang bergulir di Stadion Tottenham Hotspur itu, City hampir mengawali keunggulan saat bintang tuan rumah melanggar di kotak penalti. Namun eksekusi 12 pas yang diambil Aguero gagal membuahkan hasil.

Hugo Lloris yang berdiri dibawah mistar bisa menghalau bola. Namun siapa sangka apabila tepisannya ini membuahkan raihan istimewa.

Dia jadi penjaga gawang pertama yang mengandaskan tembakan penalti Aguero lebih dari sekali sejak 2006 lalu. Sebelumnya, penjaga gawang dari Prancis itu jua sudah mengandaskan tembakan penalti sang striker di kampanye musim 2014-2015.

Saat itu City serta Spurs berjumpa pada Premier League Oktober 2014. Memperoleh hadiah penalti pada paruh ke 1, ujung tombak Argentina tidak berhasil menjinakkan Lloris. Namun bedanya, The Citizen masih bisa mendapat kemenangan 4-1 serta Aguero memborong ke 4 goal kesebelasannya.

Tak hanya ini saja. Ketidakberhasilan penalti eks bintang Atletico Madrid itu jua jadi yang pertama kali untuknya pada 7 pertandingan tandang Liga Champions. Padahal pada 6 kesempatan sebelumnya vs Feyenoord, Napoli, Shakhtar Donetsk, Basel, Hoffenhiem, serta Schalke 04 senantiasa sukses memasukkan bola melalui titik penalti.

Sarri: Chelsea Layak Menang Lawan Wolverhampton

Sarri: Chelsea Layak Menang Lawan Wolverhampton

Chelsea tidak berhasil mendapat angka maksimal kala menghadapi Wolverhampton di Stamford Bridge, Minggu (10/3). Anak didik Maurizio Sarri itu cuma mendapat hasil seri 1-1.

Tim dari London Barat itu malahan mungkin menerima kekalahan apabila Eden Hazard tak menyarangkan goal penyama pada waktu menit-menit terakhir. Meski begitu, Sarri merasa skuatnya pantas mendapat kemenangan sebab mendapat beberapa kans buat menyarangkan goal.

“Kami membikin sejumlah kekeliruan, namun kami layak memenangkan pertandingan hari ini. Kami mengaku dengan kondisi awal serta paling akhir dalam area team saya tak mujur, namun di lain pihak kami butuh mengembangkan performa menyerang, ” tutur Sarri pada Sky Sports, Minggu (10/3).

“Kami tak menjalankan bola dengan tempo tinggi hari ini serta terlampau banyak berbuat sentuhan melawan kesebelasan yang menumpuk sejumlah bintang pada sektor barisan defensif, ” lanjut bekas juru tak-tik Napoli itu.

Selain itu, juru tak-tik berkebangsaan Italia itu jua menyatakan ia harus merubah skema permainan usai memasukkan Callum Hudson-Odoi di paruh ke 2. Tak cuma ini, dia jua membeberkan argumen menangguhkan Jorginho.

“Kami merubah sistem permainan buat pertama kali. Di paruh ke 2 kami berlaga dengan 4-2-3-1 usai Hudson-Odoi masuk. Ia menambah daya gedor team saya serta kami mesti berlaga dengan sistem yang tak sama, ” dia melanjutkan.

“Jika bintang lainnya tak bergerak tanpa bola, Jorginho bakal menemui kesusahan serta penarikannya hari ini ialah konsekueansi dari transformasi sistem di gelanggang, jadi bukanlah lantaran penampilannya, ” pungkas Sarri.

 

Joshua Kimmich Kritik Loew Soal Pendepakan Tiga Rekannya

Joshua Kimmich Kritik Loew Soal Pendepakan Tiga Rekannya

Joshua Kimmich angkat bicara tentang pendepakan Thomas Mueller, Mats Hummels, serta Jerome Boateng dari tim nasional Jerman oleh juru tak-tik Joachim Loew. Ia menganggap cara sang juru tak-tik menjalankan hal tersebut amat tak berkelas.

Menurut pengakuan resmi Bayern Munich dan ke 3 temannya, Joshua Kimmich menganggap Loew seperti tak menghargai pengabdian ke 3 temannya ini sepanjang ini. Menurut ia, harusnya sang juru tak-tik memperoleh langkah setingkat lebih elegan dalam memberitahukan pendepakan ke 3 nya.

“Dari sudut pandang salah satu pesepakbola, saya harus menyatakan jika cara yang dieksekusi bukanlah bagus, ” tutur Joshua Kimmich setelah pertandingan Bayern Munich melawan VfL Wolfsburg, Sabtu (9/3/2019).

Pemain bertahan sebelah kanan Bayern Munich ini melanjutkan, “Mereka sudah membangun kesebelasan selama satu dekade dan membikin kami juara dunia. Saya amat menyadari jika keduanya menyesal. Khususnya saat menyaksikan jika mereka bukan terlalu tua buat memperkuat tim nasional. Mereka layak mendapat pelepasan yang lebih bagus. ”

Selain itu, bintang yang pernah membela RB Leipzig serta VfB Stuttgart ini menganggap ketiadaan Hummels, Mueller, serta Boateng merupakan kehilangan besar untuk tim nasional Jerman. Hal tersebut bakal menjadi tantangan besar. Khususnya untuk bintang-bintang yang masuk tim buat pertandingan kontra Serbia.

“Kukira tiap-tiap orang yang ada di klub harus memperoleh setingkat lebih banyak tanggung jawab, ” tutur Joshua Kimmich tentang transformasi struktur di tim nasional Jerman usai 3 temannya di Bayern ditendang oleh Loew.